23 July 2017

Puisi rumahbuku

KOTA

Kusentuh dada kota
Kulihat dengan mata terpejam
Padanya ada suara tertindas
Padanya ada tangis sebuah pemergian
Padanya ada darah yang mengalir tak terhiraukan

@hanahyar

Kotanya kota asing,
Penuh dengan bunyi bising,
Darah mengalir tak pernah henti,
Mereka berjihad hidup dan mati,
Suara jeritan melingkar penindasan,
Suara rintihan lirih ketandusan,
Ya Izzati, pada-Mu mereka merintih,
Kepada-Mu mereka kembali bertatih.

@jalan_day

kota berdarah
darah syahid yang mengalir
mengalir umpama mata air
tiada henti malah makin rancak
dek tangan-tangan syaitan yang kian bersifat alam
seolah-olah tiada titik penghujungnya
perlakukan mereka tanpa kisah
perlakukan mereka dengan suka
perlakukan mereka seolah nyawa tiada makna
Ya Allah, pernudahkanlah, cekalkanlah hati-hati mereka

@thefaizaizac

langit koyak
bau darah meliar
angin disulam peluru
tanah dihias kubur tanpa bunga

perang belum tamat
perang masih hebat
perang akan tamat
tamat dipersimpangan masa
antara dunia dan akhirat

@ffido

Keadilan;
Terlontar nyaring
Semboyan dan takbir
Berkobar kobar
Terlontar dari tiap insan
Keamanan;
Sepi menyendiri
Perpaduan;
Terbaring layu
Hanya sekadar nama
Namun semua layu
Gentar bila berdepan
Lari menyembunyi diri
Manusia hilang maruah
Hawa nafsu
Tamak haloba
Kekejaman bangsa
Terus bermaharajalela

Sedih...
Hanya mampu melihat
Oh dunia

@screwwW


Terima Kasih

No comments:

Post a Comment

Ana Maryam Copyright © 2015. Design by MaiGraphicDesign