24 January 2018

Januari.24

Setiap hari aku bangun dengan perasaanku yang gagal untuk menyintaimu, setiap hari juga aku bangun dengan perasaan bersalah jikalau pemergianku nanti akan meninggalkan luka terpaling dalam buat hatimu, sedang keinginanku hanyalah untuk hadir sebagai seseorang yang ternyaman  untukmu, penghibur yang tidak perlu kau miliki namun sering dekat dan ada ketika kau perlu. Fikirku; dengan tidak berlaku jujur dan mengetepikan perasaanku hanya untuk melihatmu bahagia adalah baik. Ternyata aku silap, malahan, luka akibat sentuhanku membuatmu mati pada hari ini. Sekali lagi aku menghukum diriku kerana kegagalanku melihatmu bahagia. Jika ditanya kemana jiwaku, ia telah pergi sejak pertama kali pergaduhan kita, kini yang tinggal hanyalah jasad menanti hukum disetiap langkahnya. Ia cuma punya kenangan yang enggan dilepaskan, cuma punya kegagalan yang ingin diakukan. Ia tidak akan pernah memaafkan dirinya.
Jujur untuk kau tahu, setiap yang pernah aku tuturkan, aku maksudkan.

Memaafkan diriku adalah hampir mustahil kerana setiap padaku adalah kaca yang telah membuat ramai manusia luka ketika bersamanya.

Izinkan aku kembali pada dinding lama saat kedinginan dan kesunyian telah lama menjadi penghuni tetapnya.

Maafkan aku steorra.
Memaafkanku adalah hampir mustahil.


Terima Kasih

Sepi

Ia telah mulai beransur pergi
Perlahan-lahan seperti kebiasaannya
Setelah puas dicarik tubuhku
Menyuruh aku untuk terlena
Di bawah airmata hujan miliknya
Sepi; kebasahan
tak terpedulikan


Terima Kasih

Ana Maryam Copyright © 2015. Design by MaiGraphicDesign